Jakarta, Metrozone.net- iambil dari Beberapa Literatur baik Dari Paham Hindu, Budha, Islam, atau Kisah Taurat Zabur. Dalam Kisah Nabi Sulaiman, Ada Sebuah Bumi Yang Subur, Sumber Airnya yang Subur, Alamnya banyak harta, tempatnya dihuni Para Maha Dewa.
Dalam kisah Nabi Suleman tersebut menyebut tempat itu Diutus Tuhan, Manusia Beribu Wajah, Dinamakan Dewa Brahwa Berwujud Jadi Nama Sultan Brahma.
Diambil Dari Kisah Ramayana, Dewa Rama Sinta, pada saat Perang Rama dan Rahwana, Tubuh Rahwana Bisa Terpisah, Jika Kepalanya dibuang Dipulau Mahadewa dihuni Para Dewa Utusan Tuhan, berwujud Manusia.
Dalam Sejarah Buku Sejarah Indonesia, Penemuan Para Ahli, Daerah Indonesia sempat Ditemukan Jenis Tulang Pithecanthropus adalah istilah kuno untuk kelompok manusia purba yang ditemukan di Indonesia, terutama Pithecanthropus erectus (Manusia Kera Berdiri Tegak), yang merupakan salah satu bentuk awal dari Homo erectus, ditemukan oleh Eugène Dubois di Trinil. spesies ini menjadi bukti penting evolusi manusia dengan ciri fisik gabungan antara kera dan manusia, hidup di era Pleistosen, dan dianggap sebagai nenek moyang Homo sapiens, dengan jenis lain termasuk Pithecanthropus mojokertensis dan Pithecanthropus soloensis.
Ciri-ciri Utama
Nama: Berasal dari bahasa Yunani (pithecos = kera, anthropus = manusia) dan Latin (erectus = tegak).
-Penemuan: Fosil pertamanya ditemukan di Trinil, Jawa Timur, pada tahun 1891 oleh Eugène Dubois, yang kemudian dikenal sebagai Manusia Jawa.
-Jenis: Terdapat beberapa jenis, seperti P. erectus, P. mojokertensis (ditemukan di Mojokerto, Jawa Timur), dan P. soloensis (ditemukan di Lembah Bengawan Solo).
-Periode Hidup: Diperkirakan hidup antara 1,8 juta hingga 500.000 tahun lalu (era Pleistosen).
Ciri Fisik: Badan hampir tegak, dahi menonjol, rahang kuat, tidak memiliki dagu, dan volume otak terbatas (750-1300 cc), tetapi sudah berjalan tegak.
-Pola Hidup: Hidup berpindah-pindah (nomaden), hidup berkelompok kecil, berburu daging, dan menggunakan alat batu sederhana seperti kapak perimbas.
-Signifikansi: Penemuan ini merupakan tonggak penting dalam studi evolusi manusia, menunjukkan tahap transisi antara kera dan manusia modern, serta menempatkan Nusantara sebagai pusat penting dalam studi evolusi manu.
Sejarah “bumi Indonesia pertama” dimulai dengan pembentukan geologisnya dari tumbukan lempeng tektonik (Indo-Australia, Eurasia, Pasifik) jutaan tahun lalu, yang menciptakan kepulauan dan gunung berapi, serta migrasi manusia purba seperti Homo erectus (Manusia Jawa) 1,5-1,7 juta tahun lalu, diikuti Homo floresiensis, hingga akhirnya Homo sapiens tiba dengan keahlian maritim setelah Zaman Es berakhir dan menenggelamkan daratan Sundaland, membentuk kepulauan modern.
1. Pembentukan Geologis (Jutaan Tahun Lalu)
Pergerakan Lempeng: Indonesia terbentuk akibat pertemuan tiga lempeng utama (Indo-Australia, Eurasia, Pasifik), menciptakan zona vulkanik aktif dan pegunungan tinggi seperti “Cincin Api”.
Sundaland: Sebelum Zaman Es, Jawa, Sumatra, dan Kalimantan masih menyatu sebagai bagian dari daratan Asia (Sundaland), memungkinkan Homo erectus berjalan kaki dari Vietnam hingga Nusa Tenggara Timur (Flores).
Zaman Es & Kenaikan Air Laut: Berakhirnya Zaman Es menyebabkan naiknya permukaan air laut, menenggelamkan Sundaland, dan memisahkan Jawa, Kalimantan, serta Sumatra menjadi pulau-pulau yang kita kenal sekarang.
2. Kedatangan Manusia Purba Pertama
Homo erectus (Manusia Jawa): Penduduk pertama yang tercatat, hidup sekitar 1,5-1,7 juta tahun lalu, mereka bermigrasi dari Afrika dan mendiami Nusantara saat masih menyatu dengan benua Asia.
Homo floresiensis (Manusia Kerdil): Ditemukan di Pulau Flores, spesies unik ini hidup pada periode yang sama atau setelah Homo erectus.
Homo sapiens (Manusia Modern): Gelombang migrasi berikutnya datang saat kepulauan sudah mulai terbentuk, menunjukkan keahlian maritim dan menjadi leluhur berbagai suku bangsa asli Indonesia, termasuk yang berkulit gelap (Melanesia/Australoid) seperti suku-suku di Papua.
3. Garis Waktu Singkat
1,8 Juta Tahun Lalu: Homo erectus tiba di Nusantara saat daratan masih tersambung (Sundaland).
Akhir Zaman Es: Naiknya air laut memisahkan pulau-pulau, menciptakan Nusantara modern.
Migrasi Homo sapiens: Kedatangan manusia modern awal yang ahli navigasi, menandai awal kebudayaan pemburu-pengumpul (Toala di Sulawesi).
Jadi, sejarah “bumi Indonesia pertama” mencakup proses geologis pembentukan pulau dan kehadiran manusia purba yang terjadi secara bertahap selama jutaan tahun, jauh sebelum ada bangsa Indonesia seperti sekarang.
Berbagai Wajah berbeda, dan wujud Benda Purbakala, Kerajaan dan Kepercayaan Para Dewa , Kepercayaan Kasat Mata Kerajaan Halus yang masih dipercaya oleh Kalangan Indigo , Paranormal dan Metafisik.
Berbagai Kepercayaan Yang Bermunculan Pandangan ” Orang Pintar”:
1. PENGANUT KEPERCAYAAN HINDU BUDHA
Kepercayaan mereka menganggap Bumi Nusantara Dianut Turunan Maha Dewa Brahma, Wisnu dan Siwa, dengan Nama Penguasa Pertama, Sultan Brahma, Siwa dan Wisnu, dengan membuat Kerajaan kerajaan Berbentuk Candi Candi, dan cikal bakal pertama Kerajaan Tertua di Kutai.
Dalam Pandangan Kaum Ini, Nama Kudunggu, bagian Cucu Berabat abat dari Turunan Maha Dewa, Brahma , Siwa dan Wisnu, sehingga muncul Nama Aswawarman, Mulawarwan , dan lain sebagainya hingga muncul dalam sejarah Darmawangsa, Airlangga dan lain sebagainya.
Ditarik lagi, Kisah Dengan Nama Sultan Agung, Pemberian dari Turunan Para Mahadewa hidup Dibumi Nusantara.
Misalnya , Nama Kartika dan Partika diambil Dari Anak Dari Prabu Dewa Wisnu, atau Burung Yang Ditunggangi Dewa Wisnu, kalau Burung Perempuan dinamakan Burung Kartika dan Laki laki Partika.
Belakangan Istilah itu, kalangan Ahli Metafisik berpandangan Istilah itu digunakan untuk Anak anak Mahadewa, Untuk Putri diberi nama Kartika dan Laki laki Partika.
Dan Semua Turunannya menggunakan dari awal Menggunakan Kartika, Misalnya Perempuan bernama Kartika Dewi, Dan Laki laki Bernama Agung Partika.
2. TEORI KEDUA, MANUSIA PURBA:
Para Ahli Lain Menyebut , Keberadaan Manusia pertama dari Manusia Purbakala berbentuk Pitekan Erektus Berbentuk Kera, hampir sama Pendapat Teori Darwin Bahwa Manusia Berasal dari Kera, kelompok ini disebut TEORI MELENESIA.
3. PANDANGAN MILITAN YUNANI:
Pandangan Ini Berbeda lagi , Kelompok Di Manusia Bumi Nusantara, Berasal Dari Dewa Seun, Nusantara Bagian dari Kerajaan Pasifik, Bukti Sejarah Adanya Kerajaan Dibawah Dasar Sungai Baik Dilaut dan Sungai.
Bukti lain diklaim Tulisan Sangsekerta Berasal Dari Yunani.
4. PANDANGAN LAIN MANUSIA ” INDO dan MELENESIA:
Kedatangan Manusia Di Bumi Nusantara dari Kalangan Manusia Pelaut ” Nenek Moyang Sang Pelaut” Terdampar Dipulau Nusantara.
Hingga Beragam Wujud Wajah, diantaranya :
a. Berwajah Gujarat Arab
b. Berwajah India
c. Berwajah Mongol
d.Berwajah Cina
e. Berwajah Portugis, Belanda dan Jepang.
5. PANDANGAN MANUSIA PRIBUMI SIAPA? :
Ada Menyimpulkan Keberadaan Manusia Pribumi Dari Kaum Menelesia, Berwajah Hitam atau Trah Afrika atau Papua, atau Mereka Penguasa Alam Bumi Nusantara.
Sehingga Penulis Berkesimpulan :
1. Cikal Bakal Indonesia Ada Kerajaan Terbesar Diperut Bumi ini.
2. Kepercayaan Kejawen Bahwa Ada Kerajaan Halus, harus disimpulkan Benar Juga
3. Bahwa Kepercayaan Pendatang Dikelompokan Penghuni Hadir di Setengah Abat, Sejak Diciptakan Bumi Ini.
Kesimpulan Terakhir Siapa Yang Benar?
Hanya Tuhan Hakim Tertinggi, Kita Sebagai Manusia, Tidak Ada Yang Sempurna.
Penulis: R.Mas MH Agus Rugiarto SH






