Bupati Tarmizi Pimpin Rapat Koordinasi dengan BNPB, Sampaikan Sejumlah Permohonan

MEULABOH I METROZONE.net – Bupati Aceh Barat, Tarmizi SP, MM memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Bupati dan Wali Kota se-Wilayah Barat Selatan Aceh bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, yang digelar di Aula Teuku Umar, Setdakab Aceh Barat, Sabtu (3/1/2026).

Rakor tersebut membahas langkah strategis dan penguatan koordinasi dalam penanggulangan bencana di wilayah Barat Selatan Aceh yang selama ini rawan terdampak banjir dan tanah longsor.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil, SH, Bupati Nagan Raya, Bupati Aceh Singkil, Sekretaris Daerah Kota Subulussalam yang mewakili Wali Kota, serta Kalaksa BPBD Kabupaten Aceh Selatan yang mewakili Bupati Aceh Selatan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Tarmizi memaparkan secara langsung kondisi sejumlah wilayah di Aceh Barat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor pada November 2025 lalu. Ia menegaskan, hingga saat ini masih terdapat satu desa yang terisolir akibat terputusnya akses jalan utama.

“Masih ada satu wilayah yang hingga kini terisolir, yaitu Desa Sikundo di Kecamatan Pante Ceureumen. Jalan utama menuju desa tersebut putus akibat bencana,” ujar Tarmizi di hadapan Kepala BNPB dan para kepala daerah.

Tarmizi juga menyampaikan sejumlah permohonan kepada BNPB, salah satunya terkait kemungkinan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga terdampak bencana yang rumahnya rusak dan terpaksa mengungsi.
“Kami ingin menanyakan apakah memungkinkan diberikan bantuan seperti BLT kepada masyarakat yang saat ini tidak bisa menempati rumahnya karena rusak akibat bencana,” kata Tarmizi.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi semakin berat karena masyarakat terdampak juga kehilangan mata pencaharian. Sementara itu, dalam waktu dekat akan memasuki bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
“Sebentar lagi kita memasuki bulan Ramadan dan Idul Fitri, sementara saudara-saudara kita yang terdampak bencana rumahnya rusak dan penghasilannya hilang,” tambahnya.

Selain BLT, Tarmizi juga menyinggung terkait bantuan pembangunan rumah bagi korban bencana. Ia berharap adanya keselarasan nilai bantuan antara pusat dan daerah.
“Kami mendapat informasi bantuan rumah dari BNPB sekitar Rp 60 juta per unit. Jika memungkinkan, apakah bisa disamakan dengan bantuan dari kabupaten/kota yang mencapai Rp 110 juta per unit rumah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tarmizi menegaskan bahwa apabila dalam waktu dekat akses jalan menuju Desa Sikundo belum juga terbuka, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat masih sangat membutuhkan dukungan BNPB, khususnya untuk pendropingan bantuan logistik dan sembako bagi masyarakat di wilayah terisolir.

Rakor tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret dan percepatan penanganan bencana, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam melindungi masyarakat dari dampak bencana alam di wilayah Barat Selatan Aceh.

(Almanudar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *