Langkat, Metrozone.net- Rapat ini digelar sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Langkat dalam memastikan penanganan bencana banjir berjalan optimal dan terkoordinasi.(16/12/3025)
Rapat evaluasi tersebut dihadiri Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH, MH, Wakil Ketua III DPRD Langkat Romelta Ginting, Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo, SH, S.I.K, M.Si, Kajari Langkat Asbach, SH, MH, Dandim 0203/LKT yang diwakili Danramil 07/Stabat Kapten Inf Edi Susanto, Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB Nelwan Harahap, jajaran OPD terkait, unsur Forkopimda Kabupaten Langkat, serta para camat. Dalam arahannya, Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH menegaskan bahwa keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam penanganan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Langkat.
“Pemerintah Kabupaten Langkat terus berupaya maksimal dalam penanganan bencana banjir ini. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kita. Seluruh perangkat daerah dan unsur terkait harus tetap siaga serta memastikan pelayanan dasar, logistik, kesehatan, dan kebutuhan para pengungsi terpenuhi dengan baik,” tegas Bupati.
Bupati juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi lintas sektor agar seluruh upaya penanganan dapat berjalan cepat, tepat, dan terukur. “Saya meminta seluruh jajaran untuk bekerja secara terpadu dan responsif. Meskipun kondisi di beberapa wilayah mulai membaik, kita tidak boleh lengah karena masih ada daerah yang tergenang dan masyarakat yang membutuhkan perhatian serius,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Langkat Muhammad Ansari, M.Kes menyampaikan laporan perkembangan sementara penanganan banjir per 15 Desember 2025. Ia menjelaskan bahwa banjir terjadi sejak 25 November 2025 akibat tingginya curah hujan, dengan ketinggian air berkisar antara 50 cm hingga 200 cm. Bencana ini melanda 16 kecamatan yang mencakup 141 desa dan 29 kelurahan.
Pewarta: Junaidi







