Banyuwangi, Metrozone.net- Asosiasi Supir Logistik Indonesia (ASLI) meminta layanan penyeberangan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Lembar Nusa Tenggara Barat diaktifkan kembali. Mereka mengeluhkan antrean panjang dan waktu tunggu lama yang mencapai empat hingga lima hari, sehingga menghambat distribusi logistik dan merugikan para sopir truk.
“Kita hanya ingin pengajuan Penyeberangan Ketapang – Lembar di buka kembali, kita juga sudah sering mengajukan ke kementerian. Namun hingga saat ini tidak ada realisasi,” ujar Ketua ASLI, Selamet Barokah, usai mengikuti rapat dengar pendapat dengan Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, rabu (28/1/2026).
Lanjut, Selamet Barokah mengatakan, selama ini sopir angkutan logistik sering mengalami kerugian materil dampak antrean panjang dan waktu tunggu yang lama untuk melakukan penyeberangan dan menyebabkan kemacetan di sepanjang jalan menuju pelabuhan penyeberangan.
“Pihaknya hanya ingin antrean panjang tidak kembali terulang sehingga persoalan pelayanan mulai dari fasilitas di dalam kapal maupun pelabuhan harus diperbaiki,” katanya.
Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara, mengatakan bahwa hearing tersebut memang diajukan oleh Asosiasi sopir logistik dengan berbagai alasan, salah satunya meminta penyeberangan Ketapang – Lembar kembali dibuka karena biaya operasional lebih murah dibandingkan melalui lintas Jangkar, Situbondo – Lembar.
“Pihak ASDP belum bisa mengakomodir permintaan tersebut karena dermaga yang digunakan untuk penyeberangan Ketapang – Lembar saat ini dipakai untuk pelayanan penyeberangan Ketapang – Gilimanuk.l,” Katanya.
Pewarta: Ganda
Editor: 5093N9






