Meulaboh (METROZONE.net) – Akses jalan penghubung Jambak-Sikundo Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, kembali putus di terjang banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Aceh Barat yang terjadi Rabu hingga Kamis dinihari 18 Februari 2026. Jalan tersebut putus di titik ketiga usai diperbaiki pasca banjir besar yang terjadi akhir November 2025 lalu.
Mendapat informasi tersebut, tim PUPR Aceh Barat bergerak cepat langsung meninjau lokasi jalan penghubung desa Jambak-Sikundo yang terputus tersebut
Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Aceh Barat, Fadly Octora, ST melalui Kabid Jalan dan Jembatan, Beni Hardi, mengatakan bahwa ruas jalan Jambak-Sikundo yang terputus tersebut terjadi di titik ketiga yang baru saja dibuat body jalan baru pasca bencana banjir besar tahun lalu untuk bisa tembus ke desa Sikundo
Putusnya jalan tersebut, kata Beni, karena debit air sungai terlalu deras dan belum adanya tebing sungai atau tanggul pengaman untuk menahan body jalan yang baru dibangun tersebut. akibat putusnya ruas jalan tersebut membuat akses mobilitas terputus dan warga kembali terkurung
Sebagai langkah antisipasi, dinas PUPR Aceh Barat memperbaiki jalan alternatif yang sudah ada yang tidak jauh dari titik banjir sebagai upaya agar bisa dilalui oleh masyarakat setempat,” kata Beni, Kamis (19/2-2026)
Hari ini kita mengerahkan alat berat untuk melakukan penanganan jalan alternatif, agar warga Sikundo tidak terkurung dan insyaallah besok jalan ini selesai dikerjakan dan jalan alternatif ini cuma bisa dilintasi oleh kenderaan roda dua dan pejalan kaki saja,” ungkapnya
“Pasca banjir besar akhir November tahun lalu kita cuma buat body jalan baru saja sesuai ketersediaan anggaran daerah, namun body jalan ini belum kuat untuk menahan derasnya arus sungai bila terjadi hujan dengan intensitas tinggi. Maka sebagai langkah agar jalan tidak terputus lagi perlu dibangun tebing sungai atau tanggul untuk penahan agar jalan tidak terputus lagi,” terangnya
Untuk membangun tanggul pengaman sungai ini, kata Beni , diperlukan bantuan pemerintah pusat karena membutuhkan anggaran besar dan tidak mungkin ditanggulangi dengan anggaran daerah yang terbatas,” pungkasnya
Penulis: Almanudar







