Meulaboh (METROZONE.net) – Dalam rangka memperingati Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Aceh Barat menggelar kegiatan “Beut NU Warung Kopi” dengan mengangkat tema Bersatu Dalam Jam’iyah, Memperkokoh Ekoteologi, Membangun Sosial Ekonomi Berkelanjutan. Kegiatan tersebut berlangsung di Blang Kupi, Desa Lapang Meulaboh, Jumat (13/2/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi keagamaan yang santai namun substansial, dengan menghadirkan berbagai unsur pemerintah, akademisi, serta tokoh masyarakat untuk membahas peran keagamaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Ketua PCNU Aceh Barat, Waled Dr. H. Khairul Azhar, MA dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan jamaah yang terus aktif mendukung langkah-langkah Nahdlatul Ulama dalam berbagai kegiatan, baik di bidang keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, semangat kebersamaan dalam jam’iyah menjadi kekuatan utama NU untuk terus hadir memberi manfaat nyata bagi umat dan masyarakat luas.
Waled Khairul yang turut didampingi Sekretaris Tanfidziyah PCNU Aceh Barat, Aduwina Pakeh, M.Sc, serta Katib Syuriah Waled Miswar, M.Sos menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam menjaga alam sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan dan kemanusiaan.
“Kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya isu sosial, tetapi juga bagian dari nilai-nilai keislaman yang harus terus diperkuat melalui gerakan bersama,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan tiga pemateri utama, yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Barat Dr. Kurdi, ST., MT., MH., IPM., ASEAN Eng, Kasdim 0105 Aceh Barat Mayor Teguh Widodo, serta Dosen Universitas Teuku Umar Dr. Ustadz Ismu Ridha, MA.
Dalam pemaparannya, Dr. Kurdi menekankan pentingnya tata kelola sampah yang baik serta mengajak peran aktif tokoh agama, dayah, dan berbagai elemen masyarakat untuk terus mengedukasi masyarakat agar peduli lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan.
Sementara itu, Mayor Teguh Widodo mengajak jamaah untuk terus menjaga kekompakan dan persatuan. Ia menilai Nahdlatul Ulama sebagai organisasi Islam tertua di Indonesia yang telah terbukti berperan besar dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Adapun Dr. Ustadz Ismu Ridha menjelaskan konsep menjaga bumi dari perspektif Islam. Ia menegaskan bahwa menjaga lingkungan merupakan kewajiban umat manusia sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an dan hadist, termasuk anjuran menanam pohon sebagai amal kebaikan yang berkelanjutan.
Ratusan jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan hingga akhir acara. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan tanggapan dari peserta, menunjukkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap isu ekoteologi dan keberlanjutan lingkungan.
Melalui kegiatan “Beut NU Warung Kopi” ini, PCNU Aceh Barat berharap nilai-nilai ekoteologi tidak hanya menjadi wacana, tetapi mampu diwujudkan dalam gerakan nyata masyarakat demi menjaga kelestarian alam serta membangun kehidupan sosial ekonomi yang berkelanjutan.
(Almanudar)






