Banjarmasin, Metrozone.net —
Dalam rangka memastikan akurasi dan ketertiban pengelolaan keuangan serta Barang Milik Negara (BMN), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan turut ambil bagian dalam kegiatan Rekonsiliasi dan Pemutakhiran Data Laporan Keuangan dan BMN Tahun Anggaran 2025 yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Senin (26/1) hingga Rabu (28/1), di Swiss-Belhotel Borneo Banjarmasin ini diikuti oleh operator General Ledger dan Pelaporan (GLP) serta pengelola BMN dari seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan se-Kalimantan Selatan.
Lapas Narkotika Karang Intan diwakili oleh dua petugas, yakni Fathur selaku operator GLP dan Miranda sebagai operator BMN. Keikutsertaan ini menjadi bentuk komitmen Lapas Narkotika Karang Intan dalam mendukung terwujudnya pengelolaan keuangan negara dan aset yang akuntabel, transparan, serta sesuai ketentuan.
Sebagai operator BMN, Miranda menilai kegiatan rekonsiliasi ini sangat penting untuk memastikan kesesuaian dan keakuratan data aset yang dikelola satuan kerja.
“Melalui kegiatan ini, kami dapat mencocokkan dan memvalidasi data BMN secara menyeluruh, sekaligus memperbaiki jika masih terdapat ketidaksesuaian. Pemahaman yang kami peroleh juga sangat membantu dalam meningkatkan kualitas pencatatan dan pelaporan BMN ke depannya,” ujar Miranda.
Ia menambahkan, pendampingan dari narasumber yang kompeten serta forum diskusi yang terbuka menjadi nilai tambah dalam menyelesaikan berbagai kendala teknis yang selama ini dihadapi di satuan kerja.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan tersebut dan menegaskan pentingnya peran operator dalam menjaga kredibilitas laporan keuangan dan BMN.
“Rekonsiliasi keuangan dan BMN merupakan bagian penting dari tata kelola pemerintahan yang baik. Saya mengapresiasi keikutsertaan petugas Lapas Narkotika Karang Intan dalam kegiatan ini dan berharap ilmu serta pemahaman yang diperoleh dapat diimplementasikan secara optimal di satuan kerja,” ungkap Yugo.
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Kalsel, Mulyadi, dalam sambutannya, Mulyadi menegaskan bahwa kegiatan rekonsiliasi dan pemutakhiran data bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian penting dalam menjaga akuntabilitas, transparansi, dan kredibilitas pengelolaan keuangan negara.
Menurutnya, laporan keuangan yang akurat serta pengelolaan BMN yang tertib administrasi merupakan cerminan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih.
Dengan mengikuti kegiatan rekonsiliasi dan pemutakhiran data ini, Lapas Narkotika Karang Intan berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelaporan keuangan dan pengelolaan BMN yang andal, tepat waktu, dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, sejalan dengan semangat mewujudkan birokrasi yang bersih dan profesional. (ysf)






