Aceh Barat (METROZONE.net) – Puluhan Mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Teuku Umar (UTU) yang dikomandoi Mohd. Fauzi, Zahara, Abdi Setiawan, Juliana dan Wulan, secara resmi memulai kegiatan praktikum Mata Kuliah Pemberdayaan Masyarakat Pedesaan di Gampong Ule Pulo, Kecamatan Woyla Barat, Kabupaten Aceh Barat, Senin (3/11-2025)
Praktikum ini mengusung tema strategis “Produksi Kacang Tanah Model Ekonomi Alternatif (MEA) Dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan
Kegiatan ini bertujuan mengimplementasikan teori-teori sosiologi ke dalam aksi nyata untuk penguatan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat desa dan meningkatkan partisiapsi masyarakat serta memanfaatkan potensi desa seperti lahan pertanian, nilai-nilai sosial dan modal sosial sebagai kekuatan produktif masyarakat desa.

Acara pembukaan praktikum sekaligus penanaman kacang tanah dikebun komunitas petani dipimpin langsung oleh Bapak Kamarudin Camat Kecamatan Woyla Barat.
Dalam sambutannya, Camat Woyla Barat menyambut baik inisiatif mahasiswa dan dosen pembimbing, “Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada FISIP Sosiologi UTU, khususnya mahasiswa Sosiologi. Program ini sangat relevan dengan kebutuhan Gampong Ule Pulo.
Kami berharap produksi kacang tanah dapat menjadi model ekonomi alternatif yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan warga,” ujarnya
Camat didampingi oleh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), yakni Kapolsek Woyla Barat, IPTU Munandar, dan Danramil, Kapten Rahmad Edi, serta keuchik Ule Pulo Bapak Sanusi, ketua MAA serta Keujruen Blang yang turut memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan pemberdayaan ini.

Kegiatan praktikum ini berada di bawah bimbingan tim dosen Sosiologi UTU, yaitu Sopar Sinambela, M.S, Riki Yulianda, M.Si, dan Ligar Abdillah, M.Si serta menghadirkan Pengelola Laboratorium Tehnologi Benih Fakultas Pertanian UTU Bapak Saputra Susila, S.P., M.Agr dan Ibu Ade Irma dan Ibu Nurlian, M.Si dari laboratorium Sosiologi UTU.
Ketua Jurusan Sosiologi Dr. Akmal Saputra, M.A mewakili tim dosen, menjelaskan bahwa praktikum ini sebagai tuntutan kurikulum juga merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepekaan sosial dan kemampuan analisis lapangan.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu merancang dan melaksanakan strategi pemberdayaan yang context-specific atau sesuai konteks lokal untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial dan ekonomi di pedesaan,” terangnya.
Para mahasiswa akan bekerja bersama kelompok tani di Gampong Ule Pulo selama beberapa waktu ke depan, mulai dari pemetaan potensi lahan, pelatihan teknis budidaya kacang tanah, hingga pendampingan pemafaatan produk, dengan harapan model ini dapat direplikasi oleh gampong-gampong lainnya di Aceh Barat (*)
(Almanudar)






