MEULABOH (Metrozone.net) – Kasus perundungan (bullying) kini menjadi isu hangat yang kerap terjadi di lingkungan sekolah maupun madrasah di Kabupaten Aceh Barat. Guna menekan dan meminimalisir angka kasus tersebut, edukasi sejak dini dengan metode yang menyenangkan dan berdampak langsung pada siswa mutlak diperlukan.
Langkah nyata ini ditunjukkan langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DP3A) Kabupaten Aceh Barat, Mulyani. Beliau turun langsung ke lapangan untuk menjadi pemateri dalam acara MATAMUDA (Masa Ta’aruf Siswa Madrasah) di MTs Harapan Bangsa Meulaboh (HBS) pada Selasa (14/7/2026).
Dalam kegiatan yang mengusung tema “Edukasi Stop Bullying di Madrasah” tersebut, kehadiran Kadis PPA disambut hangat oleh pihak madrasah dan ratusan siswa baru.
Di hadapan sekitar 210 siswa baru, Mulyani memaparkan materi edukasi pencegahan perundungan dengan pendekatan yang interaktif. Beliau tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga membagikan brosur edukasi serta memperagakan praktik-praktik menolak bullying bersama para siswa.
Dalam arahannya, Mulyani mengajak para murid di Aceh Barat untuk berpartisipasi aktif menjaga lingkungan sekolah mereka agar ramah anak.
”Kami mengajak anak-anak sekalian untuk bersedia menjadi pelapor sebaya. Jangan takut untuk melapor jika melihat atau mengalami tindakan perundungan. Tidak boleh ada ruang sedikit pun bagi praktik bullying di madrasah kita,” tegas Mulyani.
Beliau juga menambahkan bahwa bullying sangat merusak mental dan menurunkan semangat belajar generasi muda. Oleh karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak terkait akan terus diperkuat demi memberantas masalah ini hingga ke akarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Aceh Barat, Cut Sari Lazuardi, mengungkapkan bahwa fenomena perundungan di daerah tersebut masih kerap ditemukan dalam berbagai level interaksi.
”Selama ini, aksi dan praktik perundungan masih terjadi di daerah kita. Kasus-kasus tersebut bahkan terjadi antar-sesama siswa, relasi anak dengan guru, hingga level sosial lainnya. Hal ini menjadi atensi khusus bagi kami di dinas terkait untuk selalu berdiri di garda terdepan melakukan pencegahan preventif agar perundungan tidak terus berulang,” ujar Cut Sari.
Langkah responsif dan kehadiran langsung Kepala Dinas PPA Aceh Barat ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala MTs Harapan Bangsa Meulaboh, Suandi. Ia menilai kehadiran sosok nomor satu di DP3A Aceh Barat tersebut memberikan dampak psikologis yang luar biasa bagi para siswa baru.
”Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Kehadiran Ibu Kepala Dinas yang turun langsung ke madrasah merupakan wujud kepedulian nyata pemerintah daerah dalam melindungi anak-anak kita dari bahaya perundungan. Kami berharap sinergi ini dapat terus berjalan demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan,” pungkas Suandi.
Melalui kegiatan MATAMUDA ini, diharapkan MTs Harapan Bangsa Meulaboh dapat menjadi salah satu pelopor madrasah ramah anak di Kabupaten Aceh Barat yang bersih dari segala bentuk perundungan (**)
(Almanudar)






