RAJA AMPAT, METROZON.NET– Wakil Bupati Raja Ampat, Mansyur Syahdan, secara resmi membuka pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XI Tingkat Kabupaten Raja Ampat yang berlangsung pada Minggu (7/6/2026). Kegiatan tahunan tersebut diharapkan menjadi wadah pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia, berkarakter Islami, serta memiliki kecintaan yang mendalam terhadap Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Mansyur Syahdan yang hadir mewakili Bupati Raja Ampat menegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup, sumber petunjuk, rahmat, dan penyejuk hati bagi umat manusia. Karena itu, MTQ tidak semata-mata dipandang sebagai ajang kompetisi, melainkan sebagai momentum untuk memperkuat keimanan dan menanamkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai Al-Qur’an.
Menurutnya, keikutsertaan para peserta dalam MTQ bukan hanya untuk meraih gelar juara atau penghargaan. Ia menekankan bahwa kemenangan sejati terletak pada kecintaan terhadap Al-Qur’an, kesungguhan dalam mempelajarinya, serta kemampuan mengimplementasikan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kehadiran para peserta dalam MTQ ini bukan semata-mata untuk mengejar kemenangan atau meraih piala. Menang dan kalah merupakan bagian dari perlombaan, namun kecintaan terhadap Al-Qur’an, ketulusan dalam mempelajarinya, serta kemampuan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari merupakan kemenangan yang sesungguhnya,” ujar Mansyur Syahdan.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus meningkatkan kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an. Menurutnya, setiap ikhtiar dalam mendekatkan diri kepada kitab suci akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Lebih lanjut, Wakil Bupati berharap MTQ XI Kabupaten Raja Ampat dapat melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah pada ajang MTQ tingkat Provinsi Papua Barat Daya hingga tingkat nasional.
“Setiap waktu yang digunakan untuk belajar membaca dan memahami Al-Qur’an tidak akan pernah sia-sia. Semoga melalui kegiatan ini lahir generasi Qurani yang menjadi kebanggaan Raja Ampat dan membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Mansyur Syahdan juga mengajak para orang tua, guru, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang religius dan mendukung pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini.
Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter generasi muda bukan hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan maupun rumah ibadah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga.
“Mari kita jadikan rumah-rumah kita sebagai pesantren kecil yang senantiasa dihiasi lantunan ayat suci Al-Qur’an. Dari rumah yang dipenuhi nilai-nilai keislaman akan lahir generasi yang berakhlak mulia, berilmu, dan bermanfaat bagi bangsa serta daerah,” pesannya.
Selain itu, ia berharap Kabupaten Raja Ampat tidak hanya dikenal karena keindahan alam dan kekayaan bawah lautnya yang mendunia, tetapi juga sebagai daerah yang memiliki masyarakat religius, berakhlak mulia, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.
Pembukaan MTQ XI Tingkat Kabupaten Raja Ampat turut dihadiri Ketua LPTQ Kabupaten Raja Ampat, unsur Forkopimda, Ketua MUI, Ketua Baznas, para alim ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia pelaksana, serta ratusan peserta dan kafilah dari berbagai distrik di wilayah Kabupaten Raja Ampat.
Menutup sambutannya, Wakil Bupati Raja Ampat secara resmi membuka pelaksanaan MTQ XI dan mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjadikan MTQ sebagai sarana mempererat persaudaraan dan syiar Islam di Kabupaten Raja Ampat.
[Alex Umpain]






